LOVE SHOP
Title
: Love Shop (chapter 1)
Author : Ovie Luo
Cast
: Hyung Shik (ZE:A) as Han Seung Chul
Goo Ara as Jang Ji Hyun
Kevin (ZE:A) as Kevin
Goo Hara (KARA) as Han Sun Mi
Other
Genre
: Romance,Komedi,Drama,Fantasy (sedikit)
Lenght : Part
Nb. My first FF ^^, mohon dibaca dan kasih
komen yang mendukung ya... Happy Reading...
Chapter
1
“Oppaaa......!!!” *brakk
brakkk brakkkk* teriakan dan gedoran
pintu cukup keras menggetarkan seluruh kamar mandi.
“oppa, cepetan mandinya appa tadi telepon oppa
disuruh pulang kerumah,...oppa...oppa!!!” dengan nada kesal,
“hyaaaa diamlah!!! Aku mendengarmu...kamu
cepat pergilah sebelum kamar mandi ini rubuh.” Teriak namja yang sedang mandi
ini
“oppa pokoknya
harus pulang kerumah, SunMi ga mau dimarahin appa...” sambil kesal dan berlalu
keluar rumah.
“ada apa lagi si
dengan appa? Aishh...selalu deh” *menggerutu*
dikamar mandi dan masih asyik mandi dengan santainya.
Mungkin air bakal abis kali buat mandi dia
yang super lama...ditambah nyanyi, Setelah bermenit-menit= 1jam-an namja ini
pun keluar dari kamar mandi.
(dengan tubuh tinggi tegap,abs sixpack, wajah
rupawan, rambut oke,....) *mbeeeekkkkk *(apa2an ni namja pakai celana pendek
gambar telletubies??? -____-) *gubrakkkk*
(abaikan)
Dengan setelan
kaos yang lumayan cool, clana jeans hitam + topi, namja ini keluar dari
rumahnya,dengan wajah tampan (backsong: paradise ala-ala BBF) membuat yeoja2
disekitarnya pasti terpesona ^^ membuka pintu mobil dan tampaknya sudah cukup
pede untuk menyetir mobilnya...
“oke.... lets
goooo.. hahahahahhhaaa.” (baedewe *tutup mata ah*)
Tiba-tiba...
*ngehekkk.hekk.hek.hek.hekk.ek.k* (hahahahaha)
“omooo kenapa dengan mobilku, ahhh jinjja udah
rapi-rapi gini mobil mogok....dasar kampret..” keluar dari mobilnya lalu
mengecek kondisi mesin. “ah dasar mobil tak berguna..olinya abis lagi, ah
bengkel deket disini dimana lagi...terakhir diservice kapan si ini
mobil...beuhh kurang ajar bgt!!” (lah dia marah2 bukannya elo yang punya mobil
ckckckck)
“permisi....maaf
mengganggu, saya mw menawarkan produk obat-obatan yang sangat bagus, bagi
pemuda seperti anda pasti obat ini membuat anda tampak semakin gagah dan
tampan...mohon lah dilihat2 dulu.. silahkan” dengan senyum yang lebar, sales
girl ini menawarkan dagangannya, tak sampai sales girl itu membuka isi tas
dagangannya namja ini langsung menolaknya mentah2.
“hyaaa
kampret...lo ga liat kalo gue lagi bete dan kesusahan gini karena mobil gue
mogok???!! Enak bgt lo nawarin obat2an ga jelas begitu ke gue... sana pergi
ganggu ja, mana laku obat kaya gitu...ihhh cuihh”
“anda begitu kasar
sekali, tidak punya sopan santun... anda ga liat kalo saya jg manusia punya
hati dan perasaan, kalo ga mw beli ya sudah ga usah bentak-bentak gitu... saya
yakin suatu saat anda akan membutuhkan dan mencari saya... permisi...” sales
girl itupun berlalu dengaan perasaan yang kesal pastinya, membawa barang
dagangannya yg sepertinya masih banyak dan tak laku2 (kasihan )
“ihhh siapa yang
butuh elo... aishhhhtt!!! Sialan...!!! *menendang ban mobil*
*****
“kemana dia anak
tak tau diuntung... disuruh pulang, ditungguin dari tadi tidak datang-datang,
benar-benar tidak tau diri” ayah namja tadi yang sedang tidak sabar menunggu
putranya.
“sabar yeobo, Han Seung
Chul emang seperti itu kelakuannya... putra kita emang susah diatur, tapi dia
sebenarnya baik. Sudahlah kita tunggu sebentar ya.” Istrinya menenangkan
“eomma........”
teriak gadis yang cukup childish memanggil eommanya
“hyaa SunMi, kamu
tdk bersama kakak mu kemari???” eomma bertanya
“aniyo...SunMi kan
abis pergi kerumah temen, bukannya oppa tadi kusuruh pulang kerumah, berarti
dari tadi belum pulang kah???
“belum... makanya
eomma tanya”
“beuhhhh... dasar
tu dipsy jelekkk udah ku suruh pulang malah ga pulang... euhh sini biar ku
jemput ja pake mobil ambulans sekalian... sebel...!!” dengan muka marah dan
seperti siap menerka mangsa (hahaha)
“eh eh eh tidak
usah tidak usah..” aboji ini yang dari tadi duduk kesal mengambil alih pembicaran
“biarkanlah...
biar kita lihat seberapa hebatnya kakak mu itu bertahan membantah orang
tuanya... anak itu perlu dikasih pelajaran.” *muka serius*
*****
“hahahahaaa lucu
sekali hidup gue... mobil mogok ga bisa ketemu temen-temen ya ya ya ini lah mau
mu aboji... kau puasss sekarang melihat anak mu menderita.. ha??”
Tiba-tiba ada
panggilan telepon....
* noreul saranghana
bwa yoohoooo...neoman boyeo yoohoo....(ringtoon Secret-yooHoo)*
[pecakapan
ditelepon]
“yeoboseyo.... hay
bro sorry ni aku ga bisa kumpul kesitu, ada karma menimpa ku... jadi hari ini
aku ga bisa keluar bro,” alasan Seung Chul
“hey kalem aja bro
nikmati hidup ini... gagagagaga, selamat berhave fun aja bro sama karma mu ya
nggakkk hahahaha... ya sudah bro bye” (lagi mabuk)
“aishhhhh
menyebalkan!!!! aaaaaaaa”
*Krik krik krik*
(bunyi jangkrik)
tanpa disadari akhirnya si Seung Chul ini
tertidur pulas di kursi teras depan rumah kontrakannya hingga malam (-_____-)
karena kesal sedari pagi tadi memikirkan mobilnya yang mogok (dasar otak udang
mobil mogok dibiarin aja ya mana bisa idup coba ckckckck *geleng-geleng kepala)
“aaaaaaahhhhh
emmmm... kok gelap ya, aigo udah malam ternyata... ah pindah tidur kedalam aja
lah hemmm” Seung Chul terbangun dan melanjutkan tidurnya dikamarnya
??????????????????????
-_______-
*****
Keesokan paginya
lagi....
“aduhhh kepala gue
pusing, kemarin tidur seharian, bener2 kamprettt” *sambil mengumam dan menyikat
giginya*
Setelah semuanya
sudah rapi lagi dan bersiap akan pergi, kini otaknya dipakai... (akhirnya \^.^/)
dia memutuskan naik taxi untuk seperti biasa menemui teman-temannya yang
sama-sama kampret (ye kirain mw pulang kerumahnya ckckck)
“hey ahjussi
tolong antarkan gue ke Myeongdong ya...”
“baik tuan,” dan
taxi pun meluncur pergi
Dilain tempat.....
“biiii tolonglah
bantu aku... aku akan bayar hutang2 ku nanti setelah aku gajian tolonglah
kasihani aku...” gadis cantik yang sepertinya menangis dan memohon-mohon karena
ditagih hutangnya oleh ahjumma rentenir
“hey.... mau
dibayar kapan lagi ha??? Alasan terus, kemarin2 bilangnya mau dibayar mana ga
dibayar juga, sekarang alasan lagi dengan memohon menunggu sampai gajian, wah
lucu sekali... kerjamu itu ga cukup untuk melunasi hutangmu, makanya kalau ga
bisa melunasi ga usah hutang sama saya... pakai minta belas kasihan lagi,
hehhh”
“biii ku mohon
sekali ini saja ya... aku akan melunasinya besok ku mohon... hikkss hikss”
sambil berlutut meminta mohon
Nampaknya
keributan penagihan hutang ini membuat orang-orang sekitar pinggiran kota Myeongdong
berhamburan keluar menyaksikan apa yang
terjadi, namun tidak ada satu pun yang membela gadis yang kasihan ini, mereka
hanya menonton dan geleng2 kepala..( benar-benar, apa ini seperti tontonan ya??
)
Han Seung Chul yang
lewat dari kerumunan orang-orang yang menonton keributan itu tak sedikitpun
menoleh (iyalah udah pasti). Dia hanya berjalan pede sekali sambil memainkan
hpnya sesekali melihat sekeliling jalan.
“biiiiii ku
mohonnnnn” nada bicara gadis ini semakin keras dan sangat memilukan untuk
dilihat (oh my...)
“kalau begitu aku
akan ambil semua barang berharga dari rumah mu dan akan ku ambil sebagai
pengganti hutang mu, tapi kamu harus mencicil hutangmu tiap minggu kepada ku,
barang-barang tak berguna ini masih tak cukup untuk melunasi hutang-hutangmu...
kamu paham!!!??” ahjumma ini pergi meninggalkan gadis yang tak berdaya ini
sendirian dan mengajak para kaki tangannya berlalu (ckckck mirip gangster)
gadis ini masih
menangis dan tak tahu harus bagaimana, dia lemas tak berdaya... mungkin malam
ini dia akan tidur dilantai tanpa alas apapun, karena barang-barangnya telah
diambil pergi oleh ahjumma rentenir itu (ya sudahlah)
Kembali ke Seung
Chul....
“perasaan dari
tadi gue sudah mengikuti sepanjang jalan ini tapi gue tak menemukan bar yang
dimaksud...bar dimana sihhh??? Ah jangan-jangan tu anak ngerjain gue lagi
aishhh sialan.” Ambil hp dan segera menelepon temannya itu
[percakapan
ditelepon]
“hay....bro lo
dimana..?? gue udah cari bar disekitar sini tapi tidak ketemu bro...hyaaa
jangan bercanda, lo main2 ya sama gue??!!”
“eitsss sabar
bro... kalem bro (ah selalu -___-) posisi dimana bro??... ntar gue jemput.”
“gue ga tau pasti
daerah sini, yang jelas gue lihat di seberang jalan sana ada minimarket kecil
yang sepertinya tak terawat”
“hahhahaa ok
tenang bro sebentar lagi anak buah akan segera menjemput, tunggu ye...”
“ok.. jangan
lama2” menutup telepon
“udah masih jam 12
tapi disini begitu sepi, beda sekali dipusat perbelanjaan sana... pemukiman
penduduk apaan si ini?”
“mana laper
lagi... uhhh perut udah mulai demo, aha sepertinya mini market itu masih buka,
semoga saja ada sesuatu yang bisa dimakan”
*Berjalan
menghampiri mini market yang kelihatannya sepi*
“hya bercanada
kah??? Minimarket macam apa ini yang bentuknya tak karuan dan tak terawat, jadi
ragu mau masuk... tapi apa boleh buat demi perut yang sudah tak tahan lagi”
*gritttt bunyi
pintu minimarket*
Walaupun terlihat
dari luarnya tak terawat tetapi setelah masuk kedalam minimarket ini, cukup
rapi menjual barang-barang atau makanan dan minuman yang tersedia.
“annyeong
haseyo....” sapa laki-laki penjaga minimarket yang ternyata tak lebih tua
umurnya dari ayahnya Seung Chul
“ oh annyeong
haseyo...” “saya mau beli mie ramen cup bisa tolong seduhkan buat saya sebentar?”
“iya silahkan
duduk dulu dan tunggulah sebentar” senyum laki-laki itu
“ah kenapa gue
deg-degan sekali, kaya ada rasa yang aneh... huhftt... tapi cukup nyaman didalam
sini”
Laki-laki itupun
datang membawa ramen cup yang sudah dipesan, dengan membawa kimchi dan ikan
goreng di piring
“ah maaf saya
hanya pesan ramen saja, kenapa anda membawakan saya kimchi dan ikan goreng
juga???”
“saya tahu, kamu
pasti lapar sekali kan... kebetulan tadi saya masak cukup banyak dan masih
sisa, silahkan dimakan saja”
“ah trimakasih
anda begitu baik” (kenapa tiba2 Seung Chul jd lembut gini ya??)
“iya makan
sajalah.... sebentar saya mau ambilkan minumannya juga”
“wah
ngerepotin....” sambil garuk-garuk kepala
“emmm akhirnya
kenyang... hup siap berclubing riaaa hahaha.” (bangga sekali)
“ngomong-ngomong
udah jam 1 gini kemana tu anak buah yang katanya disuruh menjemput, dasar
kampret punya anak buah tidak bisa diandelin, beuhhh...”
“kenapa nak???”
tanya laki-laki itu
laki-laki itupun
menghampiri Seung Chul...
“ah tdak apa-apa
ahjussi, anda kembali duduk saja dan lanjutkan pekerjaannya...”
Tiba-tiba....
*trotoottootototetetteeet*
bunyi motor yang cukup memekikan telinga (awwww)
“nah tu dia si
anak buah kampret..., hey kemana ja lo pada?, lama amat jemput gue... udah
jamuran ni gue, yuk ah capcusss”
“sorry bro, tadi
motor dipakai si boss sebentar” jawab anak buah ini
“ya udah bro
langsung cabut aja.....”
Seung Chul pun
pergi bersama anak buah tadi yang menjemputnya, walaupun begitu Seung Chul
merasa terkesan dengan sikap ahjussi penjaga minimarket tadi yang begitu baik
padanya.
*****
Berantakan....
begitulah keadaan kamar Seung Chul yang berantakan dengan baju-baju berslerakan
dimana-mana, sepatu hanya sebelah tak tahu yang satu hilang kemana (ckckckck)
poster2 miring...nampaknya dia pengemar SECRET, ada poster HyoSung terpasang
disitu, gambar2 nyeleneh ga jelas ala anak2 jalanan. Kamar Seung Chul yang
berantakan tak lengkap tanpa yang punya disitu... yuuupp tidurlah dia si
pangeran tampan tapi urakan nampak tertidur pulas sekali hanya memakai celana
pendek gambar telletubies itu (>.< Dipsy jelek kata SunMi) iya orang yang
sangat aneh, tapi lihatlah tubuhnya yang berotot dengan abs sixpack... aigoooo
hahahaha
Walaupun jam sudah
menunjukan jam 9 pagi, ini orang belum beranjak dari tidurnya... pasti karena
semalam clubing ga jelas sama teman-temannya yang ga jelas pula di Myeongdong.
Untung saja masih ingat rumahnya kkkkkk~
Ada panggilan
telepon...
*(Secret ringtoon
YooHoo again)* terdengar nyaring sekali... karena hpnya berada tepat disebelah
telinganya, lalu segera diangkatlah
[percakapan ditelepon]
“nugu ya???
Berisik tau telepon jam segini.. ganggu orang tidur aja ha???!!! Emmm” (masih
ada efek mabuk kayanya)
“WOOOIIIIII BOCAH
TENGIKKK!!!” suaranya keras sekali membuat Seung Chul kaget bukan main
Seung Chul
beranjak dari tempat tidurnya....
“Hyaaa
abojiiiii’iii ga usah teriak-teriak kenapa si, ahhh jinjjaaa.” rupanya Seung
Chul tau kalau yang menelepon itu ayahnya hanya dengan mendengar teriakannya
(hahahaha)
“apa kau mau jadi
anak yang kaya gini saja??? Memalukan orang tua jam segini belum bangun...
liatlah tu pemuda-pemuda lainnya, semuanya bekerja dikantornya rajin setiap
hari, ha?? Apa kau tak malu??”
“ne, aboji...”
jawab Seung Chul datar
“hoiii kau ini
dengar tidak apa kata ayahmu???”
“ne, aboji...”
jawab Seung Chul datar lagi, tapi kali ini lebih datar
“hyaaa hyaaa hyaaa
jangan iyaiya saja... bocah tengikkk”
“ne,
a.b.o.j.i....” jawaban yang lebih jelas lagi
“buka pintu rumah
mu.... sekarang ayah lagi didepan pintu rumah kamu...”
“ne, ab... (belum
selesai ngomong) mwo????? Ayah didepan rumah ku???!!!”
“iya cepat buka
sekarang pintunya!!! Cepatttt” Seung Chul
kaget hebat... segera dia merapikan tempat tidurnya dan segera berpakaian lalu
membukakan pintu rumahnya.
*Nyenggir*....
(yang dilakukan Seung Chul didepan ayahnya)
“ayah pertegaskan
mulai besok kamu harus pindah ke rumah keluarga kita di Seoul, tinggalkan rumah
kontrakan yang berantakan ini... lalu mulai besok kamu harus bekerja
diperusahaan. Titik”
“ahhh aboji... aku
ga bisa meninggalkan daerah ini, bagaimana dengan teman-teman ku???”
“ayah ga
perduli.... ayah tunggu besok, mengerti!!!!”
“oya satu lagi
mobil mu ini ayah sita, heh!!!”
“hyaa hyaa aboji
jangan bawa kunci mobilnya... ahhh sialan...”
Ayah Seung Chul
pun berlalu pergi meninggalkan rumah kontrakan itu, Seung Chul bingung harus
berbuat apa lagi, kini dia dihadapkan pada keputusan yang sulit, itulah dunia
mu Seung Chul... rasakan...
*****
Sementara Seung
Chul tak tau harus bagaimana, dia malah jalan-jalan di sekitar Myeongdong yang
rame dengan orang berjualan disana sini, salah satu tempat perbelanjaan
terbesar di Seoul... menikmati pemandangan Myeongdong, sesekali dia
melihat-lihat dan masuk toko ingin memilih sesuatu namun tak jadi. dia jadi
ingat minimarket yang tadi malam dia datangi, dia jadi ingin melihat ahjussi
baik yang semalam memberinya ikan goreng enak. Tempatnya agak jauh dari
keramaian Myeongdong, minimarketnya terletak di pemukiman penduduk yang cukup
sepi dengan aktivitas, terang saja minimarket itu sepi terus.
Dia sampai dipintu
masuk minimarket, segera dia masuk... memberi salam tetapi tidak ada satupun
orang disitu seperti biasa terlihat sepi,
“ahjussi...
ahjussi...apa kau didalam??” panggil Seung Chul
Dan kemudian dia
berjalan mendekati dalam minimarket itu.... namun tiba-tiba...
“OMO ahjussi apa
yang terjadi???” Seung Chul teriak melihat tubuh ahjussi itu terkapar dilantai
dengan darah keluar dari mulutnya, “ahjussi apa kau masih bisa sadar???
Ahjussi..ahjussi!!” dia menepuk-nepukan wajah ahjussi itu dengan perasaan cemas
dan suara yang panik. lalu dia segera meminta tolong... dan membawanya kerumah
sakit, dia hanya berharap supaya ahjussi ini selamat.
Tak lama
kemudian...
Dokterpun keluar
dari ruang UGD, mengatakan hal terburuk bahwa ahjussi ini sudah meninggal...
“maaf saya tidak
bisa berbuat banyak, kami sudah berusaha...tetapi karena serangan jantungnya
yang hebat, nyawanya tak tertolong...maaf”
Bagai disambar
petir Seung Chul shock, dia meneteskan air matanya... dia hampir tak percaya
bahwa akan mengalami hal seperti ini... dia terjatuh dan berlutut sambil
menangis, didalam pikirannya terlintas sedikit kenangan yang singkat antara
dirinya dengan paman ini, mencoba menyelami kebaikanya sejenak.
Tetangga yang
mendengar berita tersebut berdatangan untuk melihatnya di rumah sakit, namun
tak satupun diantara mereka yang merupakan keluarganya, ternyata ahjussi ini
hidup sendirian berjualan di minimarket tersebut selama ini,
Salah seorang
tetangga dekatnya menghampiri Seung Chul yang duduk lemas sendirian dan masih
menangis...
“permisi...apakah
anda pemuda yang bernama Han Seung Chul???” dia segera mendongakan kepalanya
mendengar orang yang memanggilnya
“iya... ada
apa???” seseorang tetangga yang seumuran dengan ahjussi yang meninggal itupun
duduk disamping Seung Chul,
“sebelumnya saya
berterimakasih karena nak Seung Chul segera datang dan membawanya ke rumah
sakit walupun dia tak tertolong lagi. Tempo hari saya dititipi surat oleh dia,
mungkin sekitar dua hari yang lalu...aku tidak tau apa isi surat itu, dia
menyuruhku memberikan surat ini kepada seorang pemuda yang bernama Han Seung
Chul apabila dia meninggal...awalnya saya tidak tahu maksudnya apa, mungkin dia
udah mempunyai firasat akan segera meninggal.”
“surat apa??”
Seung Chul bertanya dengan nada sedikit bergetar
“sepertinya surat
wasiat... kamu baca saja, saya mau pergi menggurusi pemakamannya, yang tabah
nak Seung Chul, saya pergi” *menepuk-nepuk pundak Seung Chul*
Dia menyeka air
matanya dan segera membuka surat tersebut
[bunyi suratnya] (ceritanya suratnya keluar suara kkkk)
Untuk Han Sung Chul disitu...
Nak... pasti saat kau membaca surat ini
kamu sedang dalam keadaan menangis, jangan kaget kalau saya bisa meramal masa
depan, saya hidup dijaman modern ini... dulu saya pernah melihatmu dan bertemu
kamu dimasa kamu bayi, saya meramalkan masa kecil kamu yang sangat bahagia,
namun tidak tahu kenapa hingga tumbuh dewasa sekarang kamu jadi kacau
begini...saya sangat sedih,
Nak... ini surat yang saya buat dua hari
sebelum kita bertemu kembali, aku senang bisa bertemu denganmu, memberikan mu
makanan dan minuman... aku telah meninggalkan mu kesan mendalam malam itu kita
bertemu, nak...kamu anak baik, bisa mengerti kebaikan orang lain seperti ini.
Saya mohon... hiduplah lebih baik lagi, dan buatlah hidupmu lebih berguna,
nak...saya minta kau jagalah minimarket itu, rawatlah dan ciptakan kebahagiaan
didalamnya, hanya itu yang bisa saya wariskan untukmu... tolonglah nak, dan
juga saya minta temuilah gadis yang bernama Ji Hyun, dia gadis yang baik tetapi
hidupnya menderita... tolonglah cari dia dan bangunlah kehidupan di minimarket
itu, saya yakin kalian bisa melakukannya.... takdir itu tidak akan salah nak,
gadis itu sebenarnya pernah kau temui tidak sengaja, ingatlah kejadian
sebelum-sebelumnya siapa saja gadis yang pernah kau temui...dia gadis yang
lembut.
Jagalah dia, dia akan memberikan
kebahagiaan untuk mu.... paman mencintai mu... saranghae... jaga diri
baik-baik. Kiss byeee
Kim Yong Jun
Smile ^_^
“ahhh ahjussi
kamprettt... bisa-bisanya dia menulis surat seperti ini, peramal?? hahahaha
lucu sekali dunia ku, siapa dia coba gue disuruh ngerawat minimarket tak
terawat itu, satu lagi... nyari gadis??? Hahaha berapa gadis yang pernah ku
temui?? Ji Hyun??? Nama itu kan banyak....dia peramal juga pelawak ternyata....
sialannnn!!” aishhhh jinjjaaa... *membuang surat itu* namun diambilnya lagi dan
pergi meninggalkan rumah sakit.
*****
Keesokan
harinya.....
“iya aku sudah
membereskan barang2 ku dan akan segera pergi dari rumah kontrakan ini, aboji
puas sekarang...!!” menutup telepon, rupanya barusan Seung Chul ditelepon
ayahnya...karena sesuai dengan permintaannya Seung Chul harus segera pulang
kerumah keluarganya di Seoul.
Seung Chul
meninggalkan rumah kontrakan itu, dia melabelkan pintu gerbangnya dengan
tulisan “DIKONTRAKAN” lalu pergi meninggalkan rumah itu menaiki taxi,
sepertinya Seung Chul belum memberitahukan temannya kalau dia sudah pindah.
Sampai dirumah
keluarganya...
“aaaaaaaaaaaaaa
oppppaaaaaa” teriakan SunMi menggema keseluruh rumah dan memeluk oppanya yang
baru sampai dari perjalanan
“aishhh lepasin
napa...manja banget si nyebelin,” gerutu Seung Chul
“ihhh oppa mah
gitu arroganttt, tapi SunMi suka...wekkkkkk” ledek SunMi
“eh eh kok pada
berantem si baru saja ketemu...” suara eommanya Seung Chul menyambut, Seung
Chul langsung mencium tangan eommanya yang paling cantik dan baik didunia ini
(hehehe)
“eomma masakin
yang enak dongggg” manja Seung Chul keluar
“emm iyakan udah
eomma tebak pasti kangen, makanya jangan jadi anak bandel.” Ledek eomma, dan semuanya tertawa riang
sekali hahahahaa
Tapi ayah Seung
Chul belum terlihat, mungkin sedang sibuk seperti biasa diruang kerjanya.
3 bulan
kemudian...
Seung Chul
sekarang sibuk dengan pekerjaanya sebagai manager diperusahaan ayahnya HAN JIN
GROUP, perusahaan farmasi dan industri... nampak sibuk mondar-mandir menandatangani kontrak dan
memimpin rapat memakai setelan jas rapi denagn dasi dan terlihat tampan sekali,
benar2 jauh dari kehidupannya dulu yang urakan,preman, dan kasar jauhhhhh lah
pokoknya.
Didalam ruangan
kerjanya...
“ah pusing sekali
kontrak begitu banyaknya... huhfttt, Seung Chul capek dan merebahkan dirinya di
kursi managernya, membayangkan kejadian demi kejadian yang dialaminya selama
ini, dan tentu saja tiba-tiba dia ingat isi surat wasiat ahjussi peramal itu,
segera dia mengambil surat itu yang masih disimpan rapi didalam laci mejanya.
“ahjussi maaf aku
belum bisa mewujudkan keinginanmu, aku masih bingung...” sambil memandang surat
itu dengan mata berkaca-kaca.
Sepulang dari
kantor Seung Chul memutuskan untuk pergi ke kawasan Myeongdong untuk
mengunjungi tetangga ahjussi peramal yang meninggal itu, melihat sekeliling
jalan yang rame tampak tidak ada perubahan membuat perasaannya senang, hingga
sampai pada sebuah minimarket yang masih tetap sama juga tak terawat,
memandanginya sebentar dan lalu pergi menemui tetangga dekatnya itu...
“ahjussi annyeong
haseyo...”
“ah nak Seung
Chul... annyeong haseyo, ayo nak masuk saja.”
“ne, gomawoyo.”
“nak Seung Chul
tampak beda sekarang, keren sekali...hehehe” puji ahjussi
“ah ahjussi bisa
aja... gini paman, aku mau minta kunci minimarket peninggalan ahjussi Kim Yong
jun, sepertinya aku memutuskan untuk segera membangun minimarket itu kembali
sesuai dengan keinginan beliau”
“wah itu bagus
nak... suatu amanah harus segera dilaksanakan, tetapi bagaimana dengan
pekerjaan kamu sekarang??”
“aku tidak tau,
mungkin aku akan memohon kepada ayahku untuk mengerti keadaan ku sekarang,
walaupun sepertinya dia tidak mau menerima alasanku”
“iya nak....
semoga kau bisa membangunya dan semangatlah... paman akan mensupportmu dari
belakang, fighting!!” *tersenyum bersama*
Didalam minimarket
itu....
“aihh aigooo
sangat kotor sekali, banyak sekali cacat disana-sini banyak yang harus
diperbaiki ini, semua rak-rak ini harus diganti yang baru.”
*Uhukuhukk* karena
debu yang begitu tebal membuatnya sering batuk.
“Aku rasa, aku
butuh seorang gadis yang juga membantuku... emm gadis?? (Seung Chul teringat
sesuatu) “ah iyaaa aku disuruh cari gadis juga yang bernama Ji Hyun itu, aishhh
menyusahkan.”
“hyaaa ahjussi...”
panggil Seung Chul
“kamu tau tidak
gadis disekitar sini yang bernama Ji Hyun??? kenapa disurat wasiatnya dia tulis
nama gadis ini?, apa kau tau dia punya hubungan apa si??”
“wah saya juga
tidak tahu...dia tidak pernah cerita kehidupan pribadinya, dia bukan orang yang
terbuka jadi mana mungkin aku tahu.”
“oh begitu ya
paman...ya udah paman kembali bekerja saja.”
Dilain tempat....
“hey bu, ini
produk yang bagus lho bu...kalau di pakai diwajah ibu pasti wajah ibu terlihat
umur 20an deh dijamin, saya jual ini kosmetik ga bohong kok ayo dipilih2....”
“ngomong mu itu
pinter ya... mana mungkin bisa, sales ya sales mana ada sales yang gak bohong,
cuihhh bawa sana dagangan mu... jangan kesini lagi.”
“buuu liat dulu
lah bu, kan ibu belum coba...” *dicuekin*
“ah apa yang harus
ku lakukan?? Kalau begini terus dagangan ku ga laku trus bagaimana aku membayar
hutang ku sama bibi penagih hutang tiap minggunya?? Hey semangat Jang Ji Hyun
kamu pasti bisa!!!!” gumam Ji Hyun didalam hati.
T.B.C~